Minggu, 08 April 2012

Kehidupan akhirat yang terindah

Sebuah firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al An'aam ayat 92 : "Wa hadzaa kitabun anzalnaahu mubaarokan musoddiqulladzii baina yadahhi waltundziro ummal quroo wa man haulahaa,  walladziina yukminuuna bilaakhiroti yuk minuunabi, wahum 'alaa sholaatihim yuhaa fidzhuun."

artinya: Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur'an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.

Banyak orang yang membaca Al Qur'an, tetapi Al Qur'an malah melaknatnya. Kok bisa? ya! karena membacanya hanya sekedar membaca sedangkan isinya yang dimaksudkan sebagai hudan, sebagai petunjuk, banyak terabaikan. Walaupun dengan membacanya mungkin mendapat pahala.

Al Qur'an sebagai sumber hidayah adalah mutlak harus diketahui hidayahnya/petunjuknya ke arah mana kita harus melangkah. Arah yang ditunjukkan Al Qur'an itu adalah arah yang benar. Seorang pembaca Al Qur'an seharusnya sangat menyadari tentang tujuan hidup yang sebenarnya, yakni kembali kepada Allah.

Untuk sampainya seseorang dalam perjalalanannya menuju Allah, Al Qur'an memberikan rambu-rambu yang harus dipatuhinya, sehingga selamat sampai tujuan kepada Allah. Itulah kehidupan akhirat yang terindah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar