

Bulan suci syawal 1432 H memang telah dilewati hampir dua minggu, namun suasana lebaran di Rikep masih terasa, buktinya hari ini 12 September 2011, Manajemen dan ROHIS area Rikep bekerjasama dengan HR menyelenggarakan acara Halal bi halal bersama rekan-rekan dari PO, DC maupun mitra kerja yanga ada di wilayah Batam.
Dalam kesempatan ini, MANAR UCS area Rikep, Immanuddin mengucapkan “atas nama pribadi, keluarga dan manajemen, selamat hari raya idul fitri 1432 H, taqobalallahu minkum minna waminkum taqqobal ya karim, mohon maaf lahir dan bathin, semoga amal ibadah kita di bulan ramadhan lalu diterima Allah SWT, amin” beliau juga menyampaikan rasa bela sungkawa yang setulusnya atas berpulangnya ke rahmatullah salah seorang rekan kita, Agustian, NIK 631871 tanggal 7 September 2011 di Sumatra Barat, “Semoga Allah SWT melapangkan dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, amin”.
Dalam suasana acara yang sederhana kali ini, panitia sengaja mengundang seorang penceramah, ustadz Chandra, selain memberikan tausyiah-tausyiah ringan, ustadz yang dikenal senang berpantun ini juga berpesan bahwa ibarat pohon, Telkom saat tergolong pohon yang sudah cukup tinggi dan besar, sehingga goyangan dari segala penjuru terasa keras, “Semakin tinggi suatu pohon, semakin kencang pula hembusan anginnya, sehingga dibutuhkan akar yang kokoh dan kuat” katanya, “Bagaimana caranya menciptakan akar yang kuat itu? Hanya iman dan selalu berbuat amal sholehlah akan menjadi akar yang kuat” tambahnya lagi.
“Memang yang dibutuhkan suatu perusahaan tidak hanya sehat dan pintar tapi iman kepada Allah SWT, Tuhan yang maha melihat lagi maha berkuasa yang harus ditanam di hati setiap insan Telkom, seorang pekerja jika berorientasi selain kepada Allah akan sulit berkontribusi dengan amanah dan ikhlas, tidak mau kerja kalau tidak ada UUD, penuh dengan hitung-hitungan namun saya yakin di Telkom tidak seperti itu, semuanya amanah dan jujur ” katanya yang disambut tawa tamu undangan. “Perbanyaklah bersyukur terhadap apa yang sudah diperoleh, Insya Allah akan ditambah nikmat-nikmat itu dan diberikan keberkahan berupa ketenangan dan kenyamanan hidup” demikian ustadz yang penuh humor ini menutup tausyiahnya. (Luq's)
“Memang yang dibutuhkan suatu perusahaan tidak hanya sehat dan pintar tapi iman kepada Allah SWT, Tuhan yang maha melihat lagi maha berkuasa yang harus ditanam di hati setiap insan Telkom, seorang pekerja jika berorientasi selain kepada Allah akan sulit berkontribusi dengan amanah dan ikhlas, tidak mau kerja kalau tidak ada UUD, penuh dengan hitung-hitungan namun saya yakin di Telkom tidak seperti itu, semuanya amanah dan jujur ” katanya yang disambut tawa tamu undangan. “Perbanyaklah bersyukur terhadap apa yang sudah diperoleh, Insya Allah akan ditambah nikmat-nikmat itu dan diberikan keberkahan berupa ketenangan dan kenyamanan hidup” demikian ustadz yang penuh humor ini menutup tausyiahnya. (Luq's)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar